Aspartam merupakan pemanis sintetis non-karbohidrat, aspartyl-phenylalanine-1-methyl ester, atau merupakan bentuk metil ester dari dipeptida dua asam amino yaitu asam amino asam aspartat dan asam amino essensial fenilalanina.
Aspartam dijual dengan nama dagang komersial seperti Equal, Nutrasweet dan Canderel dan telah digunakan di hampir 6.000 produk makanan dan minuman di seluruh dunia. Terutama digunakan di minuman soda dan permen.
Sejarah penemuan
Ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte pada tahun 1965 sebagai hasil percobaan yang gagal. Aspartam merupakan dipeptida yang dibuat dari hasil penggabungan asam aspartat dan fenilalanina. Khusus asam aspartat, ia juga merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau neurotransmitter yang memacu eksitasi pada ujung sinaps saraf otak.
Komposisi aspartame
1. Asam aspartat / Aspartic acid (40% dari Aspartam)
Dr Russell L. Blaylock, seorang profesor bedah saraf di Universitas Kedokteran Mississippi, baru-baru ini menerbitkan buku secara menyeluruh merinci kerusakan yang disebabkan oleh konsumsi berlebihan asam aspartat dari aspartam. Blaylock memanfaatkan hampir 500 referensi ilmiah untuk menunjukkan bagaimana kelebihan asam aspartat dan asam glutamat (sekitar 99 persen dari monosodium glutamat (MSG) adalah asam glutamat) dalam penyediaan makanan kita menyebabkan gangguan serius neurologis/saraf kronis dan segudang gejala akut lainnya.
Asam aspartat dan glutamat bertindak sebagai neurotransmitter dalam otak dengan memfasilitasi pengiriman informasi dari neuron ke neuron. Terlalu banyak aspartat atau glutamat dalam otak membunuh neuron tertentu dengan membiarkan masuknya kalsium terlalu banyak ke dalam sel. Hal ini memicu produksi radikal bebas berlebihan, yang membunuh sel. Kerusakan sel saraf yang dapat disebabkan oleh konsumsi berlebihan aspartat dan glutamat berlebihan disebut sebagai “excitotoxins”, yang berarti “membangkitkan” atau merangsang sel saraf sehat menjadi mati. Kelebihan glutamat dan Aspartat perlahan-lahan mulai menghancurkan neuron. Sebagian besar (75 persen atau lebih) dari sel saraf di daerah tertentu dalam otak “dibunuh” sebelum gejala klinis dari suatu penyakit kronis terlihat.
2. Fenilalanin/ Phenylalanine (50% dari aspartam)
Fenilalanin adalah asam amino yang biasanya ditemukan di dalam otak. Orang dengan kelainan genetik fenilketonuria tidak dapat mencerna fenilalanin. Hal ini menyebabkan tingkat fenilalanin yang sangat tinggi di otak (kadang-kadang mematikan). Penelitian klinis telah menunjukkan bahwa mengkonsumsi aspartam terutama dengan karbohidrat, dapat mengakibatkan kelebihan tingkat fenilalanin di otak bahkan pada orang yang tidak menderita fenilketonuria. Tingkat berlebihan fenilalanin dalam otak dapat menyebabkan tingkat seratonin di otak menurun, yang menyebabkan gangguan emosi seperti depresi sampai kerusakan otak.
3. Metanol / Methanol (suatu jenis Alkohol) (10% dari aspartam)
Metanol / alkohol adalah racun yang mematikan bagi tubuh. Metanol terurai menjadi asam format dan formaldehida (formalin) dalam tubuh. Formaldehida adalah neurotoxin yang sangat mematikan dan susah dibuang oleh tubuh, dan biasanya digunakan sebagai bahan kimia pengawet mayat. Environtment Protection Agency (EPA) Amerika Serikat merekomendasikan batas konsumsi metanol sebesar maximum 7,8 mg / hari. Satu liter minuman yang mengandung pemanis aspartam (biasanya soft drink) terdapat sekitar 56 mg metanol. Bayangkan berapa banyak racun Metanol yang anda konsumsi hanya dari satu liter minuman?
Gejala dari keracunan metanol termasuk sakit kepala, telinga berdengung, pusing, mual, gangguan pencernaan, keletihan berlebih, vertigo, menggigil, pikun, baal dan nyeri di kaki, gangguan perilaku, dan neuritis. Masalah yang paling terkenal dari keracunan metanol adalah gangguan penglihatan mata, kerusakan retina, dan bahkan kebutaan. Formalin yang terbentuk dari metanol juga dapat menyebabkan kanker dan cacat pada bayi yang dilahirkan.
4. Diketopiperazine (DKP)
DKP adalah produk sampingan dari metabolisme aspartam. DKP telah terlibat dalam terjadinya tumor otak, polip, sampai kebutaan. DKP terbentuk dalam minuman yang mengandung aspartam disimpan dalam jangka panjang/lama.
Efek Samping Berbahaya konsumsi aspartam
Banyak kerugian dari mengkonsumsi aspartam pada kesehatan kita, bahkan mengakibatkan 92 kasus gangguan kesehatan (yang pernah dilaporkan ke FDA), diantaranya adalah:
• Diabetes
• Kanker
• Bayi yang dilahirkan cacat
• Epilepsi
• Sakit Kepala, Migrain, dan Vertigo
• Masalah perilaku (Behavioral Problems)
• Sesak Nafas
• Ganggual seksual
• Alergi
• Dan masih banyak lagi

Maka , penggunaana yang berlebihan dapat berdampak besar .