MISTERI PELANGIla

Fenomena alam ini biasanya hanya muncul sehabis hujan. Begitu indah sehingga menginspirasi banyak lagu, dongeng dan legenda. Tapi, dari kacamata sains pelangi sangat sederhana. Cahaya matahari merupakan cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna). Warna putih matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup menyerap paling tidak tujuha warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Panjang gelombang ini membentuk pita garis-garis parallel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spectrum. Di dalam spectrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.Pelangi tidak lain adalah busur spectrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butiran-butiran air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia akan membias. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke satu sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Cahaya keluar kembali dari tetesan air kea rah yang berbeda, bergantung pada warnanya. Warna-warna pada pelangi ini tersusun dengan merah paling atas dan ungu paling bawah pada pelangi.

Kunci terjadinya pelangi adalah pembiasan cahaya. Ketika dibiaskan, cahaya akan berubah arah. Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari satu medium ke medium yang lain. Hal ini terjadi karena cahaya bergerak dengan kecepatan berbeda dalam medium berlainan. Ketika memasuki prisma kaca, cahaya akan dibelokkan. Begitu pula tetesan air hujan dapat membiaskan dan membiaskan cahaya mirip sebuah prisma. Dalam kondisi yang tepat, pembiasan cahaya ini membentuk pelangi.

KAPAN DAN DIMANA

Pelangi biasanya terjadi saat hujan gerimis atau setelah hujan lebat berhenti. Setelah hujan lebat berhenti, udara dipenuhi oleh uap-uap air. Selain itu, pelangi bisa tercipta pada genangan minyak. Terkadang pada kondisi tertentu, seberkas cahaya putih diselimuti oleh pelangi. Pelangi bisa terjadi dimana dan kapan saja asal melibatkan tiga sekaligus sifat cahaya, yaitu refleksi (pemantulan), refraksi (pembiasan) dan difraksi.ngi

Kita hanya bisa melihat pelangi maksimal setengah lingkaran. Untuk melihat pelangi yang utuh satu lingkaran, maka kita harus berdiri di tempat yang lebih tinggi. Lazimnya, pelangi berbentuk lingkaran, bukan parabola seperti anggapan beberapa orang. Di tanah, kita hanya melihat maksimal pelangi setengah lingkara. Kalau kita berdiri di atas hujan, misalnya di pesawat terbang, maka kita bisa melihat pelangi satu lingkaran utuh. Ini semua disebabkan oleh geometri optik dalam proses penguraian warna. Dengan geometri optik ini, kita juga bisa menjelaskan garis lurus yang melewati mata kita dan matahari yang juga melewati titik pusat lingkarang pelangi.

Karena pelangi tercipta melibatkan jarak pengamat dengan tetesan air, maka pelangi selalu bergerak mengikuti pergerakan pengamat. Ini membuat jarak kita tidak pernah bisa mendekati pelangi.

WARNA

Pelangi merupakan satu-satunya gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ia terdiri dari beberapa spektrum warna. Di antara warna tersebut adalah merah, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan sebenarnya ada beberapa warna lain yang tidak dapat kita lihat langsung dengan mata.pe

Warna merah memiliki panjang gelombang paling besar, sedang violet memiliki panjang gelombang terkecil. Ketika kita melihat pelangi sama saja dengan ketika kita melihat spectrum. Bahkan pelangi adalah spektrum melengkung besar yang disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari.

TAMBAHAN

Mungkin berita diatas itu semacam teori ilmiah.tapi ada 1 hal yang bikin gua bertanya-tanya .
banyak orang mengatakan kalo di ujung pelangi itu ada terdapat peri2 yang sedang mandi atau sedang menampakan diri apakah dari kalian ada pernah melihat ujungnya pelangi?